Balasan Forum telah dibuat

Melihat 14 balasan - 1 sampai 14 (dari total 14)
  • Forum: Komunitas Pengembang & Desainer
    Dalam balasan pada: Help me!!!!!

    Halo. Coba cek apakah kapasitas penyimpanan di hosting yang kamu pakai. Jika sudah over quota, maka kemungkinan besar hal tersebut yang menjadi masalahnya.

    Coba cek file-file yang ada di hosting kamu, apakah ada file yang bisa didelete atau tidak. Pastikan file tersebut tidak berhubungan dengan web WordPress yang kamu pakai. Jika tidak ada lagi maka kemungkinan sudah saatnya kamu upgrade hosting ke paket dengan kapasitas penyimpanan yang lebih besar.

    Semoga membantu 🙂

    Halo. Boleh tau plugin apa yang dipakai? Mungkin plugin yang dipakai harus diupdate. Coba cek apakah memang sudah ada update untuk plugin tersebut dengan klik menu plugins.

    Jika plugin tersebut tidak memiliki update, kemungkinan plugin tersebut sudah tidak support dengan sistem API terbaru dari masing-masing sosial media yang terhubung. Coba cari plugin lainnya yang updatenya tidak lebih dari beberapa bulan yang lalu untuk memastikan plugin author sudah menyesuaikan dengan sistem API terbaru dari masing-masing sosial media.

    Semoga membantu 🙂

    Halo. Selain upload_max_filesize, coba dirubah juga bagian post_max_size di file php.ini.

    Pastikan file php.ini yang diedit adalah file yang digunakan oleh php yang kamu pakai. Jangan lupa restart php server setelah edit.

    Semoga membantu 🙂

    Halo. Pakai javascript library akan membantu sekali, misalnya seperti ini: http://openexchangerates.github.io/accounting.js/

    Cara pakenya juga mudah:
    accounting.formatMoney(12345678);

    Selamat mencoba 🙂

    Forum: Komunitas Pengguna
    Dalam balasan pada: Dasbor Lemot

    Menambahkan jawaban. Cek jumlah visitor juga. Jika memang banyak mungkin itu salah satu penyebabnya, dimana antrian request membebani kinerja server. Solusinya optimalkan query WordPress yang digunakan baik yang ada di theme maupun plugin lalu upgrade server. Semoga bermanfaat 🙂

    Forum: Komunitas Pengguna
    Dalam balasan pada: error saat upload gambar

    Yang diedit bener file php.ini? Coba cek dulu lokasi file php.ini yang digunakan oleh script WordPress yang kamu gunakan. Caranya gampang, bikin satu file yang isinya:

    <?php phpinfo(); ?>

    Akses file tersebut. Jika benar maka akan muncul info settingan php yang kamu gunakan. Search info ‘Loaded Configuration File’, cek apakah file tersebut yang benar kamu edit.

    Jika sudah benar. Selanjutnya adalah memastikan kamu sudah restart service php setelah kamu edit php.ini.

    Jika sudah, dan masih belum bisa, coba cek settingan yang ada di file php.ini, search file_uploads, pastikan dalam keadaan on. Jangan lupa restart php setelah edit.

    Jika masih belum bisa juga, silakan copas errornya kembali di sini. Selamat mencoba 🙂

    Halo. Ada banyak cara yang bisa kita gunakan untuk mengatasi loading website yang dirasakan berat. Berikut step yang mungkin bisa dipertimbangkan oleh developer yang merasa loading websitenya berat:

    • Pastikan koneksi internet yang kita pakai cukup cepat untuk membuka website yang kita punya. Cek website lain, apakah website lain terbuka dengan cepat atau tidak. Jika tidak, selesaikan dulu permasalahan koneksi internet ini.
    • Optimize image yang diupload sebisa mungkin. Image untuk kebutuhan website rata-rata tidak memerlukan ukuran yang besar. Saya sendiri selalu berusaha melakukan compressing setiap image dengan photoshop (menurunkan kualitas) sampai paling besar kira-kira 100Kb untuk banner dan 50Kb untuk thumbnail. Compressing image sangat tergantung pada kualitas foto yang akan digunakan.
    • Jika di homepage ada video, usahakan untuk menonaktifkan fitur autoplay agar keseluruhan loading halaman menjadi lebih cepat.
    • Jika koneksi dirasakan cukup cepat dan semua image sudah teroptimize, berikutnya adalah melakukan optimize WordPress. Cara yang paling umum dilakukan adalah dengan memanfaatkan cache. Banyak plugin untuk melakukan hal tersebut, misal W3 Total Cache dan WordFence. Jika kamu developer, usahakan untuk optimize PHP query, css dan javascript yang digunakan terlebih dahulu sebelum menggunakan cache agar hasilnya lebih optimal.
    • Apabila menggunakan plugin cache juga tidak membuat website menjadi terasa lebih cepat maka yang harus dipertimbangkan berikutnya adalah migrasi hosting atau server. Besar kemungkinan website menjadi lambat diakses karena berada pada shared hosting yang tidak reliable, server dengan konfigurasi yang tidak optimal dan letak hosting/server yang jauh dari Indonesia. Pertimbangkan untuk membeli hosting/server dari provider yang reliable dan sebisa mungkin berada di kawasan Indonesia agar respon servernya bisa lebih cepat.
    • Jika semua hal di atas tidak memberikan efek yang signifikan berarti kamu harus cari developer WordPress yang berpengalaman dalam mengatasi load website yang lambat. Kamu bisa memakai jasa mereka dari forum-forum teknologi di Indonesia. Jika kamu ingin belajar sendiri, banyak sekali tutorial di Internet yang membahas bagaimana membuat load website menjadi lebih cepat.

    Sekian, semoga membantu. Taufan

    Halo. Sudah coba link forget password gan?

    Forum: Komunitas Pengguna
    Dalam balasan pada: WordPress Theme

    Pertama cek apakah theme yang kamu punya mempunyai fitur untuk menonaktifkan mini sidebar khusus pada halaman home.

    Jika theme tidak memiliki fitur tersebut, maka harus dilakukan edit pada file yang mentrigger sidebar, misal index.php. Kurang lebih yang perlu diedit adalah seperti ini:

    Buka file index.php dan temukan baris kode yang berisi informasi sidebar:

    ...
    <?php get_sidebar(); ?>
    ...

    Tambahkan conditional tags yang hanya akan tampil jika masuk ke dalam postingan (misal: post dan page)

    ...
    <?php
    	if(is_single() || is_page()) {
    		get_sidebar();
    	}
    ?>
    ...

    Kode di atas akan menyebabkan sidebar (default sidebar, sidebar.php) hanya akan muncul di halaman Single Post atau Single Page.

    Taufan

    Cara yang paling mudah menurut saya bisa pakai plugin namanya Redirection. Dengan plugin tersebut agan bisa redirect permalink lama ke permalink yang baru. Tentunya agan harus tahu semua link lama dan mengarah ke link baru yang mana. Semoga membantu 🙂

    @herukrayz Pertama saya melihat koding agan, ada kesalahan mendasar dalam html-nya yaitu ada <form> di dalam <form>.

    Kedua, select name release itu field apa? category? custom taxonomy? Ane asumsikaan sebagai custom taxonomy. Disamping itu function searchfilter yang agan buat masih kurang. Coba tambahkan ini:

    function searchfilter($query) {
    	//tambahkan query variable categori
    	function add_query_categori( $vars ){
    	  $vars[] = "categori";
    	  return $vars;
    	}
    	add_filter( 'query_vars', 'add_query_categori' );
    	$categori = get_query_var('categori');
    
    	//tambahkan query variable release
    	function add_query_release( $vars ){
    	  $vars[] = "release";
    	  return $vars;
    	}
    	add_filter( 'query_vars', 'add_query_release' );
    	$release = get_query_var('release');
    
    	if ($query->is_search)
    	{
    		//post type post
    		$query->set("post_type", "post");
    
    		//categori
    		$query->set("category_name", $categori);
    		$query->set(
    			"tax_query" => array(
    				array(
    					//release
    					"taxonomy" => "release",
    					"field"    => "slug",
    					"terms"    => $release,
    				),
    			),
    		);
    	}
    	return $query;
    }
    add_filter('pre_get_posts','searchfilter');
    

    Semoga membantu 🙂

    @jordanaugust coba edit file style.css kemudian cari bagian ini:

    .entry-title {
    font-size: 32px;
    font-weight: normal;
    line-height: 1.2;
    margin: 0;
    padding: 50px 72px 0 72px;
    position: relative;
    word-break: normal;
    }

    Tambahkan text-align: center sehingga menjadi seperti ini:

    .entry-title {
    font-size: 32px;
    font-weight: normal;
    line-height: 1.2;
    margin: 0;
    padding: 50px 72px 0 72px;
    position: relative;
    word-break: normal;
    text-align: center;
    }

    Seharusnya bisa 🙂

    @ikhsannetworkcom sebelum menggunakan plugin cache sepertinya kamu harus coba optimize theme atau contentnya terlebih dahulu. Optimize theme bisa dilakukan dengan menghapus css dan javascript yang tidak perlu serta mengurangi jumlah query, misal mungkin yang tadinya 100 post dikurangi menjadi 20.

    Optimize content bisa dengan melakukan kompresi image. Saya sendiri membatasi image paling besar 100kb dan tidak lebih dari 5 file berukuran 100kb dalam satu halaman.

    Lebih baik lagi kalau kamu mengerti modifikasi query WordPress agar lebih optimal 🙂

    Setelah yakin, theme dan content sudah optimize baru kita bisa menggunakan tools caching yang tersedia 🙂

    Cache bermanfaat untuk user agar mereka tidak terlalu terbebani ketika membuka website. Salah satu cara yang bisa dilakukan developer agar mudah dalam editing file css adalah dengan menambahkan version secara inline pada bagian tag stylesheet. Berikut caranya

    Buka file header.php, cari baris yang berisi tag link stylesheet, misal:

    <link rel="stylesheet" href="<?php bloginfo('stylesheet_url'); ?>" type="text/css" media="screen" />

    Replace dengan ini:

    <link rel="stylesheet" href="<?php bloginfo('stylesheet_url'); echo '?' . filemtime( get_stylesheet_directory() . '/style.css'); ?>" type="text/css" media="screen" />

    Contoh output:

    <link rel="stylesheet" href="http://website-theme-url/style.css?1427693398" type="text/css" media="screen" />

    Kode tersebut berfungsi untuk menampilkan angka berupa waktu file style.css terakhir kali diedit yang diasumsikan oleh browser sebagai nama file tersendiri. Nama file css yang berbeda akan mencegah browser untuk menampilkan css yang sudah dicache. Setiap kali file css dirubah angka tersebut akan berubah juga setiap kali browser refresh.

    Cara tersebut berfungsi diluar kondisi website yang menggunakan sistem caching, misal W3TotalCache atau WordFence. Selain itu, cara tersebut juga berfungsi jika theme yang dipakai menggunakan css yang default, yaitu di folder-theme/style.css.

    Perlu diingat juga, bahwa cache sebenarnya membantu user. Jadi sebenarnya sebagai developer, kita yang harus berusaha lebih keras jika ada masalah css caching seperti ini. Tips yang mungkin bisa dilakukan selain edit koding adalah dengan menggunakan browser dengan mode Private (firefox) atau Incognito (chrome) untuk mencegah caching.

    Semoga membantu. Taufan

Melihat 14 balasan - 1 sampai 14 (dari total 14)