Bantuan » Komunitas WordPress Indonesia » Komunitas Pengguna » Multi Template, Bisakah ?

  • Saya lagi diminta oleh pimpinan untuk dibuatkan website perusahaan, dimana dalam website tersebut juga akan dibuatkan website default untuk cabang-cabangnya (saya sebutnya sub website).

    Nah saya berencana menggunakan wordpress. Gambaran saya, untuk admin pagenya hanya menggunakan satu saja, sementara untuk website induk dan sub website memiliki tampilan (template) dan isi yang berbeda.

    Kira-kira bisa tidak ya? klo bisa, caranya dong πŸ™‚

    Thanks Sebelumnya,

Melihat 11 balasan - 1 sampai 11 (dari total 11)
  • pake WP-MU biar gampang

    Pencetus Utas acepsdr

    (@acepsdr)

    Hm…, kebetulan saya belum begitu paham dengan WP-MU itu. Tapi berdasarkan contoh penggunaan di detik.com (www.blogdetik.com) sepertinya terlalu gede dan tidak sesuai dengan yang saya inginkan, karena masing-masing memiliki halaman admin (penginputan informasi/artikel/news).

    Adapun gambaran kebutuhan saya adalah sbb:
    1. Website Utama, ini adalah website induk perusahaan dimana data dan informasi dimasukkan. Jika menggunakan wordpress, maka halaman adminnya ada disini, dan disimpan di domain utama.

    2. Website Anak, diperuntukkan untuk cabang-cabang dan disimpan dalam sub domain. Sementara untuk penginputan data/informasinya menggunakan admin page yang ada di website utama tersebut (dibuatkan user tersendiri).

    Sebenarnya sih saya pernah buat dengan cara sbb.:
    1. Saya install wordpress di domain utama sebagai website utama
    2. saya buatkan sendiri template/halaman HTML/PHP di sub domain dengan membaca dan mengambil data dari database wordpress yang saya install di domain utama (website utama) tersebut.

    Nah, pada template buatan sendiri ini saya menggunakan script berikut untuk menampilkan datanya:

    $RsArtikel = mysql_query($query_RsArtikel, $fashion) or die(mysql_error());
    $totalRows_RsArtikel = mysql_num_rows($RsArtikel);
    do {
    if ($row_RsArtikel['ID']<>'')
    {
      echo '• <a href="article.php?recid=' . $row_RsArtikel['ID'] . '"><font size="2" face="Arial, Helvetica, sans-serif">' . $row_RsArtikel['post_title'] . "</font></a><br />";
    }} while ($row_RsArtikel = mysql_fetch_assoc($RsArtikel));

    Hanya saja isi artikel jadi menyatu, dimana paragraph-parahraph yang seharusnya terpisah bergabung menjadi satu semuanya. Jadinya informasi yang ditampilkan jadi berantakan. Untuk mengatasi hal ini, saya lakukan trik dengan menghilangkan centang pada bahagian “Visual Editor” yang ada di admin page, dan pada saat penginputan informasi/artikelnya saya menambahkan kode-kode html sendiri, misalnya <p>.....</p>, <br />, dsb.

    Hanya saja jika menggunakan cara ini jadinya repot banget pada saat penginputan informasi/artikel.

    Pencetus Utas acepsdr

    (@acepsdr)

    Oh iya kelupaan πŸ™‚
    Pada sub domain (template buatan sendiri) tampilan artikelnya jadi kacau (jika saya tdk menggunakan trik tersebut), tetapi pada domain induk (website utama) tampilannya sudah bagus karena asli punya wordpress.

    Moderator Huda Toriq

    (@hudatoriq)

    Kalau menarik konten dengan script sendiri, memang agak ribet, karena konten yg disimpan dlm database WP itu format mentahnya. Masih harus melalui beberapa filter2 untuk membuatnya menjadi konten yg terformat dengan baik.

    Saran saya sih tetap memakai semua fungsi2 WP di affiliate sitenya. Supaya tidak perlu menginstal WP secara terpisah, begini:

    1. Instal WP biasa di situs induk.
    2. Bikin kategori2 post untuk situs affiliate
    3. Instal Virtual Multi Blog supaya bisa menambahkan affiliate site di subdomain dengan tetap menggunakan satu instalasi WP (database juga sama).
    4. Bikin theme khusus untuk affiliate site. Dengan custom query & kategori khusus yg udah disiapkan, bisa mengisolasi tulisan2 tertentu yg akan ditampilkan
    5. Buat modifikasi khusus untuk melakukan switch theme berdasarkan konstanta WP_SITEURL atau WP_HOME. Sepertinya sih bisa dilakukan dari sisi plugin. Tapi coba dieksplor lagi..

    Setupnya akan lebih ribet daripada WPMU. Tapi untuk administrasi akan jadi lebih mudah karena ini virtually satu blog.

    Pencetus Utas acepsdr

    (@acepsdr)

    Hm…, aku coba cara bang huda dulu ah πŸ™‚

    Pencetus Utas acepsdr

    (@acepsdr)

    Aku coba ikuti instruksi cara installnya sesuai yang ada di hasil download. Namun yang nomor 4 tidak saya lakukan karena direktori yang dimaksud tidak ada dalam file .zip yang saya download. Sementara nomor 6 s/d 8 saya lewati karena tidak ngerti maksudnya πŸ™‚

    Kira-kira lanjutannya gimana ya?

    Berikut ini instruksi install yang terdapat pada file download yang disertakan:
    1. Install the WordPress files as usual.
    2. Place the “multiblog” folder in the wp-content/ directory.
    3. Move the wp-config.php file up to the directory in which you installed WordPress.
    4. Move the multiblog-support folder from multiblog/plugin/ to you plugins folder (probably wp-content/plugins/).
    5. In the wp-content/multiblog/config/ folder, rename mb-autoconfig-sample.php to mb-autoconfig.php. Open mb-autoconfig.php in a text editor. Input your database login information.
    6. Set up whatever symbolic links, subdomains, or domains you wish so they all point to the directory with WordPress installed. Note: redirects and “parking” will not work for domains — the domains must be set up directly on the server. (In Apache that probably means “Virtual Hosts”.)
    7. In this example:
    * WordPress is installed in the root directory. Catblog.com, dogblog.com, and mutts.dogblog.com are pointed to that root directory. We then create a symlink called “persians” in the root directory that points back to the root directory.
    * Yes, this means that dogblog.com/persians and mutts.dogblog.com/persians are also active blogs. To prevent this, you would have to use the Advanced Setup described below. This is a pretty catch-all example, but in Real Lifeβ„’ I do not recommend mixing directory blogs with multiple domains using Easy Setup. If there is only one domain pointed to these directories, then this is not an issue.
    8. With your web browser, go to each blog and set things up as normal through WordPress.

    Moderator Huda Toriq

    (@hudatoriq)

    Hmmmm.. wah, saya dulu pakai cara yg advanced, blm pernah nyoba pake yg ini.

    Nomor 4 dulu saya juga lewati. Sepertiya sih petunjuknya outdated.

    Nomor 6 itu kalau ingin bikin virtual blog di subdirektori dari blog induk. Jadi dibuat symboluic link yg menunjuk balik ke atas. Kalo di subdomain gak perlu.

    Selanjutnya, bikin file config untuk masing2 domain/subdomain. Kalau cara yg ini sepertinya otomatis dibuat ya.. (sy blm pernah nyoba juga sih cara yg ini).

    Tapi intinya, tiap domain/subdomain perlu berkas config masing2. Nama berkasnya mb-config-<… sesuai domain.. >

    Misalnya: blognya ada di example.com, affiliate.example.com. Maka berkas confignya mb-config-example_com.php dan mb-config-affiliate_example_com.php.

    Coba buat confignya dari mb-config-sample.php. Isinya kira2 mirip wp-config.php. Berkas mb-config ini yg nanti jadi pengganti wp-config.php. Berkas wp-config.php nya sendiri sudah njenengan timpa kan? Sekarang wp-config.php hanya berfungsi untuk melakukan ‘switch’ untuk memilih berkas config yg tepat (mb-config-….)

    Oya. Sepertinya yg saya unduh dulu, mb-config-sample.php nya blm sesuai dengan wp-config-sample.php nya WP 2.6. Di 2.6 kan ada dua KEY tambahan. Jangan lupa itu juga ditambahkan.

    Pencetus Utas acepsdr

    (@acepsdr)

    Saya sudah mengikuti instruksi sesuai dengan cara install yang saya cantumkan diatas dan wordpressnya tersebut saya taruh di root direktori sebagai blog utama, dan pada admin page-nya terdapat tambahan menu “Multiblog” dengan isi sbb:

    Virtual Multiblog Diagnostics
    Version………………. 2.4
    VUSER………………… websiteku.com
    Config File…………… mb-autoconfig.php
    WordPress version……… 2.6
    ABSPATH………………. /home/…/websiteku.com/www/
    PHP version…………… 5.2.0-8+etch11
    MySQL version…………. 5.0.32-Debian_7etch6-log
    $_SERVER[‘SERVER_NAME’]… http://www.websiteku.com
    $_SERVER[‘PHP_SELF’]…… /wp-admin/index.php
    $_SERVER[‘HTTP_HOST’]….. http://www.websiteku.com
    $_SERVER[‘SCRIPT_NAME’]… /wp-admin/index.php
    $_SERVER[‘DOCUMENT_ROOT’]. /s/www.websiteku.com/www
    End Diagnostics

    Apakah ini artinya sudah sukses? trus bagaimana buat template/sub website dan menghubungkannya dengan blog utama ini? Apakah masing2 di sub domain diinstall wordpress lagi, atau bagaimana?

    Moderator Huda Toriq

    (@hudatoriq)

    Kalau settingannya sudah benar, dan docroot dari subdomain/domain yg lain sudah diarahkan ke titik yg sama dengan domain utama, seharusnya domain2 yg lainnya juga udah terinstal menggunakan database yg sama.

    Pencetus Utas acepsdr

    (@acepsdr)

    Wah. bingung bang huda. Tapi tidak apa, saya nyoba-nyoba cara advanced alias buat sendiri dengan memanfaatkan struktur kategori dan beberapa fungsi WP dan berhasil. Awalnya memang sangat sulit karena harus belajar dan nyoba2 sendiri. Tapi begitu bisa dan selesai, sepertinya cara advanced ini lebih bagus dan lebih fleksibel. jadi WP multi template saat ini menggunakan cara advanced.

    Moderator Huda Toriq

    (@hudatoriq)

    Maksudnya virtual multidomainnya dah sls disetup? Sipp.. Trs templatenya bs diswitch pake conditional statement berdasarkan nilai VUSER

Melihat 11 balasan - 1 sampai 11 (dari total 11)
  • Topik ‘Multi Template, Bisakah ?’ tertutup untuk balasan baru.